From the blog

FOREST MANAGEMENT TRAINING CENTRE COURSE

FOREST MANAGEMENT TRAINING CENTRE COURSE

3rd and 4th July 2021

Held at the Rimba Orangutan Ecolodge, Sekonyer River, Central Kalimantan.

You are witnessing the first brave steps of the infant FOREST MANAGEMENT TRAINING CENTRE COURSE,  held on Saturday 3rd and Sunday 4th July,2021.

The idea is to inspire the group of our staff and local villagers involved, to know WHY they are going to plant trees, eventually 150,000 of them, in the Southern part of the Tanjung Puting National Park, Kalimantan (Borneo). This area of 130,000 hectares was burned in 2015 in what was said to be ‘One of the most catastrophic climate events in known history’ (Google).

Through Pak Hakim, Ecolodges chief Guide, they will learn the importance of the forest, through the oxygen produced through photosynthesis and the carbon dioxide- oxygen cycle, which provides the oxygen for all living, breathing creatures on earth.

 

Training 3rd July 2021

 Class session Day 1 at Rimba Orangutan Ecolodge

Lucas, one of the participant

Lunch time

They will look at the interaction of animals, including orangutans, in the dispersal of seed and the regeneration of fruiting trees, as well as squirrels, rodents and other mammals.

In practical sessions they will learn how to use binoculars and Bird Books, to study the role of birds, butterflies, insects and bats in pollination and seed production.

Getting into the dirt, the participants will learn HOW  to plant seeds, and then seedlings properly , as well as the identification of weeds and forest trees, and the optimum areas for planting (so as not to do the forests work of self seeding for it).

Training 4th July 2021

The trainer – Hakim


Left to right : Ijun, Hakim and Lukas, In practical sessions

Hakim and Sopian – In practical sessions they learn how to use binoculars and Bird Books, to study the role of birds, butterflies, insects and bats in pollination and seed production.

From Pak Adut of Tanjung Harapan Village, the participants will learn RECORD KEEPING and the use of the GPS positioning machine, to record the plantings for the record keeping, as well as other tools. Practical sessions will focus on techniques for measuring height and growth, for future use.

Both trainers, with the help of Lukas, will give sessions on FIRE PREVENTION, and the use of water spray back packs, and protective equipment.

The area for the planting is far from habitation, using boats, into snake infested regions, so FIRST AID, for snake bite, wounds, head injuries and resuscitation from drowning will be part of the practical sessions.

Finally, the participants will practice passing on their new knowledge to the local school children, and eventually, future planters.

The teachers and participants all receive a per diem and food, on the days they attend, which helps them until they can be employed in the planting, in a couple of months time.

Our thanks go to Pak Nopri (manager Rimba Orangutan ecolodge), and Ibu Emi, for implementing Ibu Meryls dream. Bonika and Manik helped organize and cook, and we give a BIG THANK YOU to our DONORS for making it possible.

We are glad Pak Adut has recovered from his malaria, which prevented him from coming for the first session.

Please pass this information to interested parties on Social media through our links to :

FACEBOOK (www.facebook.com/ecolodgesindonesia),

INSTAGRAM (@Ecolodges_indonesia)

TWITTER (@ecolodges_ID)

For DONATE, Visit our official pages on our website https://ecolodgesindonesia.com/conservation-foundation/ with guidelines how to donate.

We need your support to protect this vital group of conservationists around key Indonesian national parks.

BAHASA INDONESIA

KURSUS PUSAT PELATIHAN PENGELOLAAN HUTAN

3 dan 4 Juli 2021

Bertempat di Rimba Orangutan Ecolodge, Sungai Sekonyer, Kalimantan Tengah.

Saat ini kita menjadi saksi langkah maju dari kegitan pertama KURSUS PELATIHAN PELATIHAN MANAJEMEN HUTAN yang baru dirintis, yang diadakan pada hari Sabtu tanggal 3 dan Minggu tanggal 4 Juli 2021.

Idenya adalah untuk menginspirasi kelompok pegawai kami dan penduduk desa setempat, untuk memberikan pengetahuan manfaat dari menanam pohon, sebanyak 150.000 pohon, di bagian selatan Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimanta. Di lahan seluas 130.000 hektar yang terbakar pada tahun 2015 dan disebut dalam Google sebagai Salah satu bencana perubahan iklim terbesar dalam sejarah.

Bersama dengan Pak Hakim, kepala Pemandu Ecolodges, mereka akan belajar tentang pentingnya hutan dan oksigen yang dihasilkan melalui fotosintesis, dan siklus karbon dioksida-oksigen yang menyediakan oksigen bagi semua makhluk hidup di bumi.

Training 3 July 2021

Kelas sesi pertama hari ke- 1 di Rimba Orangutan Ecolodge

Lucas, salah satu peserta

 

waktu makan siang

Mereka akan belajar interaksi hewan, termasuk orangutan, dalam penyebaran benih dan regenerasi pohon buah, serta tupai, tikus, dan mamalia lainnya.

Dalam sesi praktek lapangan, mereka akan belajar bagaimana menggunakan teropong dan Buku Burung, untuk mempelajari peran burung, kupu-kupu, serangga, dan kelelawar dalam penyerbukan, dan produksi benih.

Masuk ke tanah, peserta akan belajar cara menanam benih, kemudian pembibitan yang benar, serta identifikasi gulma dan pohon hutan, dan area yang cocok untuk penanaman (agar tidak melakukan pekerjaan penyemaian sendiri di hutan).

Training 4 July 2021

Instruktur- Hakim


dari kiri ke kanan : Ijun, Hakim dan Lukas, saat sesi praktek

Hakin dan Sopian – Dalam sesi praktis mereka belajar bagaimana menggunakan teropong dan Buku Burung, untuk mempelajari peran burung, kupu-kupu, serangga dan kelelawar dalam penyerbukan dan produksi benih.

Bersama dengan Pak Adut dari Desa Tanjung Harapan, para peserta akan belajar pencatatan dan penggunaan mesin GPS positioning, mencatat penanaman untuk pencatatan, serta alat-alat lainnya. Sesi praktis akan fokus pada teknik untuk mengukur tinggi dan pertumbuhan, untuk digunakan di masa mendatang.

Kedua Trainer, dibantu oleh Lukas, akan memberikan sesi tentang PENCEGAHAN KEBAKARAN, penggunaan back pack semprotan air, dan alat pelindung diri dari api.

Karena area penanaman yang jauh dari pemukiman, menggunakan perahu, masuk ke daerah yang banyak binatang berbisa, maka penggunaan  P3K untuk gigitan binatang berbisa, luka, luka di kepala dan resusitasi akibat tenggelam akan menjadi bagian dari sesi praktek.

Pada bagian akhir para peserta akan berlatih menyampaikan pengetahuan baru mereka kepada anak-anak sekolah setempat, dan akhirnya kepada orang lain yang ingin terlibat di masa depan.

Para guru dan peserta semuanya menerima uang saku dan makanan, dan mendapat tambahan pendapatan selama beberapa bulan.

Terima kasih kami sampaikan kepada Pak Nopri (manager Rimba Orangutan ecolodge), dan Ibu Emi, yang telah mewujudkan impian Ibu Meryl. Bonika dan Manik membantu menyiapkan masakan, dan kami mengucapkan TERIMA KASIH yang sebesar-besarnya kepada para DONOR kami yang telah mewujudkannya.

Kami senang Pak Adut telah sembuh dari penyakit malarianya, yang membuatnya absen dalam training sesi  pertama.

Harap berikan informasi ini kepada pihak yang berkepentingan di media sosial melalui tautan kami ke:

FACEBOOK (www.facebook.com/ecolodgesindonesia),

INSTAGRAM (@Ecolodges_indonesia)

TWITTER (@ecolodges_ID)

Untuk Donasi, silahkan kunjungi situs web kami https://ecolodgesindonesia.com/conservation-foundation/ dengan pedoman cara berdonasi.

Kami membutuhkan dukungan Anda untuk melindungi kelompok penting konservasionis di sekitar taman nasional utama Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published.