From the blog

OUR TOUR BRAJA HARJOSARI – STORY ABOUT A VILLAGE AT THE BORDER OF WAY KAMBAS NATIONAL PARK. 

OUR TOUR

BRAJA HARJOSARI – STORY ABOUT A VILLAGE AT THE BORDER OF WAY KAMBAS NATIONAL PARK. 

Way Kambas National Park (WKNP) consists of 1,300 square kilometers of swamp forest and lowland rainforest. It has long been known for its significant population of Sumatran Elephants as well as Sumatran Tigers, Macaques, Siamang Gibbons, Malayan Tapirs, and over 300 recorded bird species including the endemic White Winged Duck.

Currently, there are around 22 villages whose locations at the border of the WKNP area. The government and WKNP over a years have tried to create a new economic sources for the villagers which have direct access to the national park.  

One of the success stories about this program is Braja Harjosari Village. 

Braja Harjosari is set in the East Lampung region on the western boundary of Way Kambas National park, Southern Sumatra, Indonesia. Blessed with beautifully sculptured temples, amazing wildlife, fertile agricultural lands, and delicious cuisine, Braja Harjosari is a remarkable destination with a colorful history. People of Braja Harjosari are migrated from Java and Bali in 1960.

 
Balinese style temple at Braja Harjosari

Sumatran elephant – human conflict, has been a major problem for the villagers. A Traditional plantations such as rice paddies, bananas, and corn have been lost from elephant crop-raiding. Consequently, the villagers suffer a significant loss. Based on this situation, the Braja Harjosari in collaboration with WKNP tries to mitigate community economic losses through “ a village tourism program”. This program not just create a new source income for the villager, but also create conservation society to protect the Sumatran elephant and many other threatened flora and fauna from destruction and expansion of land for agriculture, illegal logging, and illegal hunting.  

There is more than 12 interesting activities are available in this village for the visitors.

It is including agro-tourism, traditional villagers life, cycling, traditional dance, and you could also spend your night at one of the homestay in the village.

Join the local on rice planting at the village

One of the interesting activities is a river cruise and birdwatching.

The location between this village and WKNP is only separated by the Kuala Penet river. The high biodiversity in the transitional area makes this location even more special. The waterbirds such as Herons, Blekok, Trinil, eagles, king prawns, and purple Cangak, can be seen along the river. If we are lucky, we could see a herd of wild elephants, looking for food in the swamps at the border of WKNP.


Morning birding at Kuala Penet River Braja harjosari

Braja Harjosari is about 27 km or 40 minutes drive from our Satwa Sumatra Ecolodge. Trip  to this village is also can be  arranged from our lodge, as an interesting trip option after the Way Kambas National Park. 

By visiting this village, you have also contributed on protection of The Way Kambas National Park.

Please pass this information to interested parties on Social media through our links to :

FACEBOOK (www.facebook.com/ecolodgesindonesia),

INSTAGRAM (@Ecolodges_indonesia)

TWITTER (@ecolodges_ID)

For DONATE, Visit our official pages on our website https://ecolodgesindonesia.com/conservation-foundation/ with guidelines how to donate.

We need your support to protect this vital group of conservationists around key Indonesian national parks.

BAHASA INDONESIA

TOUR KAMI

BRAJA HARJOSARI – CERITA TENTANG DESA DI PINGGIRAN TAMAN NASIONAL WAY KAMBAS.

Taman Nasional Way Kambas (WKNP) terdiri dari hutan rawa seluas 1.300 kilometer persegi, dan hutan hujan tropis dataran rendah. Sejak dulusudah dikenal dengan populasi Gajah Sumatera, Harimau Sumatera, Kera, Siamang Gibbons, Tapir Malaya, dan lebih dari 300 termasuk Bebek Bersayap Putih (White Winged Duck) yang endemik.

Saat ini terdapat sekitar 22 desa yang lokasinya berada di perbatasan kawasan TNWK. Pemerintah dan TNWK selama bertahun-tahun berupaya menciptakan sumber ekonomi baru bagi masyarakat desa yang memiliki akses langsung ke taman nasional.

Salah satu kisah sukses dari program ini adalah Desa Braja Harjosari.

Braja Harjosari terletak di wilayah Lampung Timur di batas barat Taman Nasional Way Kambas, Sumatera Selatan, Indonesia. Terdapat candi yang dipahat dengan indah, satwa liar yang menakjubkan, lahan pertanian yang subur, dan masakan yang lezat, Braja Harjosari adalah tujuan wisata yang luar biasa dengan sejarah yang penuh warna. Penduduk Braja Harjosari adalah migrasi dari Jawa dan Bali pada tahun 1960.


Pura Bernuansa Bali di Braja Harjosari

Konflik manusia dengan gajah, telah menjadi masalah utama bagi penduduk desa. Pekebunan tradisional penduduk seperti sawah, pisang, dan jagung, banyak yang hancur karena dimakan para gajah. Akibatnya, warga desa menderita kerugian yang cukup besar. Berdasarkan situasi tersebut, Braja Harjosari bekerja sama dengan TNWK mencoba meminimalkan kerugian ekonomi masyarakat melalui “program desa wisata”. Program ini tidak hanya menciptakan sumber pendapatan baru bagi penduduk desa, tetapi juga membentuk kelompok konservasi untuk melindungi gajah Sumatera, termasuk berbagai flora dan fauna dari ancaman  perusakan dan perluasan lahan untuk pertanian, penebangan liar, dan perburuan liar.

Ada lebih dari 12 kegiatan menarik yang tersedia di desa bagi para pengunjung.

Termasuk di dalamnya adalah agrowisata, kehidupan keseharian masyarakat desa, bersepeda, tari tradisional, dan kita juga bisa bermalam di salah satu homestay di desa tersebut.

Ikut dengan penduduk sekitar menanam padi

Salah satu kegiatan yang menarik adalah river cruise dan birdwatching.

Lokasi antara desa ini dan TNKS hanya dipisahkan oleh sungai Kuala Penet. Keanekaragaman hayati yang tinggi di kawasan perbatasan membuat lokasi ini semakin istimewa. Burung air seperti Bangau, Blekok, Trinil, Elang, Udang Raja, dan Cangak Ungu, dapat dilihat di sepanjang sungai. Jika beruntung, kita bisa melihat kawanan gajah liar yang sedang mencari makan di rawa-rawa perbatasan TNKS.

Melihat burung di sungai Kuala Penet, Braja harjosari

Braja Harjosari berjarak sekitar 27 km atau 40 menit berkendara dari Satwa Sumatra Ecolodge. Staff lodge kami bisa membantu mengatur kunjungan ke Desa Braja Harjosari, sebagai pilihan perjalanan yang menarik setelah Taman Nasional Way Kambas.

Dengan mengunjungi desa ini, anda juga ikut berkontribusi dalam perlindungan Taman Nasional The Way Kambas.

Harap berikan informasi ini kepada pihak yang berkepentingan di media sosial melalui tautan kami ke:

FACEBOOK (www.facebook.com/ecolodgesindonesia),

INSTAGRAM (@Ecolodges_indonesia)

TWITTER (@ecolodges_ID)

Untuk Donasi, silahkan kunjungi situs web kami https://ecolodgesindonesia.com/conservation-foundation/ dengan pedoman cara berdonasi.

Kami membutuhkan dukungan Anda untuk melindungi kelompok penting konservasionis di sekitar taman nasional utama Indonesia.

Please share the love!

Leave a Reply

Your email address will not be published.