Enquire/Book

From the blog

The Leopard Cat (Prionailurus bengalensis) of Way Kambas National Park

ANIMAL SIGHTED AT OUR LODGE

The Leopard Cat (Prionailurus bengalensis) of Way Kambas National Park

-Scroll kebawah untuk terjemahan dalam Bahasa-

The Leopard Cat by Hariyono

 

Our next animal in the The “Animals sighted” section of our blog is The Leopard Cat of Way Kambas National Park – Lampung – South Sumatra

This was another lucky day of our resident guide Hariyono, again…!

“ I was on my way back to the lodge after a full day tour with one of our client,

until I realize there is an animal movement at the one of the tree, and  is a Leopard cat !!! “ Hari stated.

This cat has a morphological characteristic include black eyespot, four horizontal stripes from head to shoulder and black spot all over its body ad tail.

 

Based on research of Department of Biology University of Indonesia, there are four wild cats species were capture and identified, from 57 cameras were systematically set within 480 km2 area covering on their 2014 study .

Those are Sumateran Tiger (Pathera tigris sumatrae), Clouded Leopard (Neofelis diardi), Leopard Cat (Pardofelis marmorota) and Marbled Cat (Prionailurus bengalensis).

Based on their report, the leopard cat were mostly nocturnal with the highest activity recorded at 05.00 – 06.00 hours, and 21.00 – 22.00 hours.

 

International Union for Conservation of Nature ( IUCN) 2001-2009 has added this species as “Least Concern Conservation” catagory. And Indonesian government added this animal as a protected animal (The government regulation 1999 no. 7)

 

We also have reported before the clouded leopard (Neofelis diardi) seen by Hariyono, on our previous facebook content below.

https://www.facebook.com/EcolodgesIndonesia/photos/a.603546066334547/3121913417831120/

 

The University of Indonesia study is also demonstrated that the Way Kambas National Park is an important habitat for wild cats in Sumatra, although the presence of other rarer cat species in the park, such as golden cat and flat-headed cat still needs to be confirmed by further long-term monitoring study.

 

Our Satwa Sumatra Ecolodge just about 500 m from the entrance of the Way Kambas National Park, and It is our global responsibility to assist in its protection. This is the determined aim of our staff in four ecolodges on both sides of the Wallace line.

Come and join us on….

www.ecolodgesindonesia.com

 

Please pass this information to interested parties on Social media through our links to :

FACEBOOK (www.facebook.com/ecolodgesindonesia),

INSTAGRAM (@Ecolodges_indonesia)

TWITTER (@ecolodges_ID)

Soon we will have official pages on our website www.ecolodgesindonesia.com/conservation with guidelines how to donate.

We need your support to protect this vital group of conservationists around key Indonesian national parks.

 

Bahasa Indonesia

HEWAN YANG TERLIHAT DI LODGE KAMI

Leopard Cat (Prionailurus bengalensis) Taman Nasional Way Kambas

 

Hewan berikutnya yang kami tampilkan  di blog kami adalah Leopard Cat atau Kucing Tutul di Taman Nasional Way Kambas – Lampung – Sumatera

Foto ini diambil oleh pemandu kami Hariyono.

 

“Saya sedang dalam perjalanan kembali ke lodge setelah tur seharian dengan salah satu tamu kami,

sampai secara tidak sengaja, saya menyadari ada gerakan binatang di salah satu pohon, dan iti ternyata adalah kucing tutul !!! “ Hari menceritakan pengalamannya.

Kucing ini memiliki ciri morfologi antara lain bintik mata hitam, empat garis horizontal dari kepala sampai bahu dan bintik hitam di seluruh badan hingga ekor.

 

Berdasarkan penelitian Departemen Biologi dari Universitas Indonesia, terdapat empat spesies kucing liar yang berhasil ditangkap dan diidentifikasi dari 57 kamera yang dipasang secara sistematis dalam wilayah seluas 480 km2, dalam sebuah penelitian yang dilakukan di Taman Nasional Way Kambas tahun 2014.

Keempat jenis kucing liar itu adalah Harimau Sumatera (Pathera tigris sumatrae), Macan Dahan (Neofelis diardi), Kucing Tutul (Pardofelis marmorota) dan Kucing Marmer (Prionailurus bengalensis).

Berdasarkan laporan mereka, Sebagian besar kucing tutul aktif di malam hari dengan aktivitas tertinggi tercatat pada jam 05.00 – 06.00, dan jam 21.00 – 22.00.

Persatuan Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN) tahun 2001-2009 telah memasukkan  spesies ini sebagai kategori “Konservasi Kekhawatiran Terkecil”. Dan pemerintah Indonesia meyatakan sebagai hewan ini sebagai hewan yang dilindungi (PP 1999 no. 7)

Sebelumnya kami juga telah menulis tentang Clauded Leopard atau macan dahan (Neofelis diardi) yang dilihat oleh Hariyono, dalam facebook kami. Silakan untuk mengunjungi link di bawah ini.

https://www.facebook.com/EcolodgesIndonesia/photos/a.603546066334547/3121913417831120/

 

Studi yang dilakukan oleh Universitas Indonesia juga menunjukkan bahwa Taman Nasional Way Kambas merupakan habitat penting bagi kucing liar di Sumatera, meskipun keberadaan spesies kucing langka lainnya di taman tersebut, seperti kucing emas dan kucing berkepala datar masih perlu dipastikan lagi dengan sebuah penelitian lebih lanjut.

 

Satwa Sumatra Ecolodge kami hanya sekitar 500 m dari pintu masuk Taman Nasional Way Kambas, dan Ini adalah tanggung jawab global kami untuk membantu melindunginya. Ini adalah tujuan utama yang sudah disepakati oleh pegawai kami di 4 Ecolodges di kedua sisi garis Wallace.

Mari bergabung bersama kami dalam …

www.ecolodgesindonesia.com

 

Harap berikan informasi ini kepada pihak yang berkepentingan di media sosial melalui tautan kami ke:

FACEBOOK (www.facebook.com/ecolodgesindonesia),

INSTAGRAM (@Ecolodges_indonesia)

TWITTER (@ecolodges_ID)

Dalam waktu dekat kami akan memiliki halaman resmi di situs web kami www.ecolodgesindonesia.com/conservation dengan pedoman cara berdonasi.

Kami membutuhkan dukungan Anda untuk melindungi kelompok penting konservasionis di sekitar taman nasional utama Indonesia.

 

 

Please share the love!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *